Di Era Millennial, individu di seluruh dunia menjadi terhubungi dan memiliki saling keterkaitan karena kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, sehingga setiap orang sangat mungkin untuk mengetahui peristiwa di setiap negara pada waktu yang hampir bersamaan. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri di Era Globalisasi ini telah membawa mobilisasi pekerja antar negara dengan mudah. Banyak pihak yang meyakini tenaga kerja asing akan menyerbu Indonesia karena persaingan lebih terbuka. 

Indonesia dengan berbagai suku bangsa yang memiliki kearifan lokal dan budaya sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi negara yang maju. Kita sebagai tuan rumah harus mampu mengangkat keunggulan atau ciri khas lokal yang dimiliki. Inilah salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk dapat bersaing di pasar global, karena mungkin kemampuan yang kita miliki dapat di miliki oleh orang di luar sana,  tetapi budaya kita lah yang membedakan kita. Dengan modal ini kita tidak perlu khawatir dalam menghadapi terjangan arus globalisasi. Maka kita sebagai bangsa Indonesia harus mendukung dan mempertahankan budaya kita di Era Globalisasi ini. Apabila kemampuan kita mampu bersinergi dengan kearifan lokal, maka keduanya dapat dijadikan perisai untuk menangkis serangan globalisasi yang mulai mengikis budaya lokal. Maka dari itu, BEM FSRD Universitas Tarumanagara kembali mengadakan Festival Desain Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanagara yang ke-19 dengan mengusung tema Sthana.

Sthana, dalam bahasa Sansekerta yang berarti lokal atau bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari identitas masyarakat itu sendiri. Festival desain kami ingin menjadikan Sthana sebagai wadah bagi industri kreatif di bidang seni yang kami tuangkan ke dalam Bazaar Art, Pameran, Workshop dan Talkshow. Sehingga, kami mengangkat Sthana sebagai tema dari Festival Desain Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanagara ke-18. Kami ingin menjadikan Sthana sebagai ajang untuk menunjukan ke khalayak umum bahwa Indonesia juga memiliki kemampuan untuk bersaing dengan pasar Global. 

Event kami ini dilaksanakan di
Jakarta Creative Hub

Pada tanggal Jumat, 11 Mei 2018 – Sabtu, 12 Mei 2018

DANCE PERFORMANCE

 

 

RUPAKARYA

 

 

WORKSHOP

 

 

TALKSHOW

 

 

BAZAAR

 

 

GUEST STAR PERFORMANCE

 

 

PHOTOBOOTH

 

Budaya lokal yang berhubung dengan tema Rupareka Sthana menjadi konsep Opening dari acara ini. Oleh karena itu penyambutan dilakukan dengan Performance Tari Topeng. 

 

Pameran karya yang bersifat dua dimensi dan tiga dimensi oleh dosen dan mahasiswa Untar.

 

Workshop yang diadakan sebagai salah satu highlight dari acara Rupareka Sthana. Workshop tersebut yaitu Workshop Food Photography, Basic Character Design, Pattern Illustration. 

 

Talkshow merupakan event yang cukup diminati oleh generasi zaman sekarang, maka dari itu Sthana mengadakan juga talkshow yang bertopik Pengaruh Budaya Lokal dalam Desain oleh DGI dan HDII. 

 

Kegiatan pameran dan penjualan barang-barang yang berkesinambungan dengan tema acara.

 

Performance dari Ben Sihombing & Cindercella yang menjadi Closing dari Rupareka Sthana. 

 

Area yang tersedia untuk dijadikan photobooth sebagai spot bagi pengunjung berfoto bersama.